Latest Posts
Lukaku memahat ukiran sejati
Biar tak seorangpun tau bahwa
aku kecewa pada kisahku
yang membawa perih
Apakah aku insan yang tak tau diri?
Hingga menganggap cinta dengan hati
bukan dengan mata
Merasakan cinta dengan perasaan
bukan dengan logika
Bahkan aku sampai kehilangan akal sehat
hingga membuatku tenggelam
pada kehancuran
dan kegalauan hidup
Perih yang ku rasa seakan tak sanggup kujalani
Aku patah dengan segenap sayap-sayap palsuku
Aku mati dengan segenap nyawaku yang rapuh
Tapi, tak kan ku tangisi karna inilah takdirku
Aku harus terbiasa dengan duka
Karena luka adalah duka
Dan duka adlah aku.
Mengagumimu
apa adanya dan menjadi inspirasi dalam hidupku. Membangkitkan rasa
cintaku menjadi tak terbatas. Kini, kuserahkan diriku apa adanya.
Tak akan pernah tahu, kemana mata hati melangkah dan berpijak. Sosokmu hanya banyang semu di hati. Abadilah asa bersama mimpiku.
Sesaat
mengenal telah menambah arti dalam hidupku. Kudapatkan anugerah terindah
di bulan penuh berkah. Tanpa kata janji, hanya ungkapan cinta dan
saling pecaya. Berdua kita jelang masa depan bersama dalam satu cinta,
abadi selamanya.
Rindu
akan belaianmu, kasih sayang, dan ketegaranmu. Walau semua itu t’lah
berlalu, tapi takkan pernah terlupakan hingga akhir hayatku.
Berharap
datangnya cinta bagai bunga di musim lalu, dan mengharap turunnya hujan.
Kupercaya akan janji, seperti kupercaya terbitnya matahari esok pagi.
Aku bukanlah bintang yang menerangi gelap malam. Dan bukanlah daun
kering yang berserak ditiup angin. Aku adalah seorang pengembara yang
sedang menyusuri dan mencari pelangi di balik kabut hitam. Yang ingin
kujumpai di hujung harapanku adalah lantera jiwa. Obor kehidupan yang
menerangi setiap langkahku.
Aku adalah tarikan nafas lautan. Aku adalah airmata langit. Aku
adalah
senyuman bumi. Begitu juga cinta, adalah tarikan nafas dari lautan
perasaan, airmata langit dan senyuman dari bumi sang jiwa.
Setiap kali aku letih melangkah, aku berhenti sejenak untuk sekadar
mencium harummu. Kusandarkan tubuh ini dan kuselimuti diriku dengan
senandung merdu. Senandung yang juga dinyanyikan oleh sungai dan
hutan. Saat jiwaku lapar, kusinggahi rumah di setiap jalan yang ku
lalui. Kuketuk rumah-rumah mereka dengan loceng-loceng kehidupan. Aku
hendak menyemaikan benih bunga jiwa yang akan membawa impianku sampai
ke langit dan kuyakini langit akan memberikan apa yang dinamakan
cinta. Tetapi yang kudapati rumah-rumah itu telah terisi sepasang
jiwa
Siang
itu matahari sedang memancarkan sinar nya,,dan panas matahari sangat
menusuk ke dalam tubuh ku,,tapi aku tidak pernah memperdulikan itu.Aku
terus memandangi sebuah tempat yang sudah tiga tahun tidak aku
datangi.Tempat itu adalah tempat peristirahatan Soulmate ku yang
terakhir.Aku terus memanjatkan doa di depan kuburan Soulmate ku,agar dia
tahu bahwa aku tidak pernah melupakan nya sedikit pun.
Sejenak
Aku teringat,dulu Aku sangat bahagia bisa mempunyai belahan jiwa
seperti dia,Aku sangat bersyukur kepada mu Ya Allah,karena engkau
memberikan Aku anugerah terindah dalam hidupku.Dulu sebelum bertemu
dengan Soulmate,Aku adalah seorang wanita yang sangat buruk,Aku selalu
pulang malam,minum-minuman beralkohol dan masih banyak lagi hal buruk
yang sering Aku lakukan.



